5 Cara Merawat Golok Sembelih Agar Ketajaman Awet Bertahun-tahun (Jangan Sampai Karatan!)

Punya golok sembelih (sembelih) berbaja premium itu investasi, bukan sekadar beli alat. Bayangkan, saat hari H Idul Adha atau saat ada pesanan aqiqah, golok yang seharusnya “sret sret” malah tumpul atau berkarat. Tentu bukan hanya menghambat pekerjaan, tapi juga berpotensi menyiksa hewan sembelihan.

Banyak orang beli golok mahal, tapi rusak dalam hitungan bulan karena salah perlakuan. Padahal, dengan perawatan yang benar, golok GSB Anda bisa diwariskan ke anak cucu!

Berikut adalah rahasia dapur GSB dalam merawat bilah supaya tetap joss ketajamannya:

1. Cuci Bersih Segera Setelah Dipakai

Musuh utama baja (terutama carbon steel) adalah darah dan lemak hewan. Darah mengandung garam dan zat yang bisa memicu korosi (karat) sangat cepat. Jangan pernah menunda mencuci golok setelah dipakai menyembelih.

  • Tips: Gunakan sabun cuci piring biasa dan air mengalir. Sikat pelan bagian gagang jika terkena lemak agar tidak licin.

2. Keringkan Sampai Benar-benar Kering

Ini poin paling krusial! Air adalah penyebab utama karat. Setelah dicuci, jangan ditaruh di rak piring begitu saja. Lap menggunakan kain microfiber atau tisu kering sampai tidak ada setetes pun air yang tersisa di bilah maupun di sela-sela gagang.

3. Wajib Diolesi Minyak (Oiling)

Baja itu punya pori-pori. Jika dibiarkan telanjang terkena udara, ia akan bereaksi (oksidasi). Maka, kita perlu “menyelimuti” bilah dengan minyak.

  • Minyak apa yang bagus?
    • Untuk disimpan lama: Minyak Singer (mesin jahit) atau Minyak Cengkeh (Choji Oil).
    • Untuk dipakai harian/memasak: Gunakan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak sayur baru (food grade).

4. Jangan Simpan di Sarung Kulit Terlalu Lama

Ini kesalahan pemula yang paling sering terjadi. Sarung kulit asli (leather) seringkali mengandung zat penyamak kimia yang bisa “memakan” baja jika disimpan berbulan-bulan. Selain itu, kulit menyerap kelembapan udara.

  • Solusi: Jika ingin disimpan lama (misal menunggu Idul Adha tahun depan), bungkus bilah yang sudah diminyaki dengan plastik wrapping (cling wrap), baru masukkan ke sarung. Atau lebih baik, simpan di sarung kayu.

5. Rutin Stropping, Bukan Asah Batu

Golok yang terasa “kurang gigit” belum tentu tumpul, bisa jadi mata bilahnya hanya sedikit bengkok (rolling) tak kasat mata. Jangan buru-buru digesek ke batu asah kasar karena akan mengikis baja.

Cukup lakukan Stropping (menggesek bilah ke kulit asah) sebanyak 10-20 kali bolak-balik sebelum dan sesudah pemakaian. Ini akan meluruskan kembali mata bilah (micro-edge) dan membuatnya tajam kembali seperti silet.


Penutup: Merawat golok itu adalah seni dan bentuk rasa syukur kita terhadap alat yang membantu ibadah. Golok yang terawat mencerminkan profesionalitas pemiliknya.

Butuh perlengkapan perawatan golok atau ingin upgrade ke baja yang lebih premium? Cek katalog terbaru kami di menu Produk website ini.

Salam Ketajaman, GSB Store.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top